Of Father and Sons – Review : Rasanya Menjadi Seorang Jihadis

User Rating: 9

Jarang sekali rasanya bagi saya pribadi menonton film dokumenter, apalagi yang mengandung tema-tema berat seperti politik dan ideologi. Untungnya, Europe on Screen 2019 sedikit “memaksa” saya untuk membuka lebih jauh horizon saya tentang genre film ini. Alhasil, Of Father and Sons saya “kunyah” juga sebagai pembuka gelaran film bergengsi tersebut, dan “rasa” yang keluar ternyata tidak mengercewakan.

Of Father and Sons adalah buah karya Talal Derki, seorang sineas berdarah Kurdi yang berdomisili di Jerman. Dia menyamar sebagai seorang jurnalis foto yang memiliki simpati terhadap Salafi Jihadi. Oleh karenanya dia dengan mudah diterima oleh Front Al-Nusra, salah satu fraksi yang terlibat dalam perang saudara di Suriah dan tinggal di rumah salah satu tentaranya, Osama.

Beragam hal dalam kehidupan Osama ditampilkan Derki dengan sangat gamblang. Tanpa tedeng aling-aling, Derki memberikan tayangan langsung kehidupan seorang jihadis dan keluarganya. Abu Osama memegang total semua peraturan di keluarganya, termasuk ke bagaimana cara dia mendidik anak, dimana di Of Father and Sons lebih berfokus ke sang anak tertua, Osama dan anak termuda, Ayman.

Abu Osama sendiri adalah salah satu toko sentral di Front Al-Nusra, oleh karena itu kehidupan Osama dan anaknya yang menjadikan film dokumenter ini menarik.

Mentah dan Jujur

Salah satu kekuatan dalam Of Father and Sons adalah bagaimana jelasnya sang tokoh utama bercerita tentang dirinya sendiri. Tanpa perlu diarahkan dan diatur, Derki seakan-akan hanya menangkap semua yang terjadi di kehidupan ayah Osama. Baik dari dirinya sendiri yang bekerja sebagai seorang sniper dan peninjak ranjau sampai kehidupan sekolah kedua anaknya.

Desing-desing peluru yang ditembakkan, waktu Osama menunggu musuhnya, sampai macetnya kokang senjata membuat tensi dalam film naik seakan-akan ini film thriller atau horror. Kementahan adegan-adegan ini membuat Derki tidak sia-sia menghabiskan waktu dua setengah tahun mengikuti hidup keluarga ini, termasuk benar-benar terjun ke ladang ranjau.

Belum lagi semangat Ayah Osama yang sangat menjunjung tinggi serangan 11 September hingga menamai anaknya seperti sang inisiator, Osama bin Laden. Dia percaya bila apa yang dilakukannya benar bila perangnya akan membuka jalan ke Perang Dunia Ketiga dimana Khalifah baru akan melawan Orang Kristen yang berakhir dengan hadirnya Imam Mahdi.

Dan seperti judulnya, anak tumbuh seperti ayahnya dimana sang sulung pun memutuskan untuk terjun ke dunia militer.

Alih-alih bersekolah normal seperti anak di belahan dunia lainya, sang ayah memutuskan untuk menarik Osama dari sekolah reguler ke sekolah militer. Alasan keagamaan yaitu percampuran antara laki-laki dan perempuan menjadi alasan, sementara sang adik lebih memilih untuk tetap hidup normal meski sering dibully.

Percabangan ini sangat menarik untuk disimak. Meski sang ayah tetap menurunkan pemikirannya kepada sang anak tertua, masih ada yang tetap ingin berbeda. Kejujuran inilah yang mungkin tidak bisa didapatkan dari film dokumenter yang lain. Derki benar-benar mampu menangkap semua emosi dari dua generasi yang berbeda dalam satu film.

Sama seperti Derki saat kembali ke Jerman, kita pun juga turut dibuat pesimis akan kenyataan bila jalan menuju kedamaian dan revitalisasi di Suriah akan terlihat samar dan suram dengan kebencian yang dibawa terus turun-temurun.

Summary
Jujur dan sangat mentah, Of Father and Sons sangat layak ditonton bagi mereka yang benar-benar penasaran tentang bagaimana para radikal menurunkan semangatnya dari generasi ke generasi. Kenetralan Talal Derki sebagai sutradara pun patut diapresiasi dimana dia menyerahkan sepenuhnya seluruh emosi kepada para penonton dengan tidak memihak sama sekali.
Good
  • Film dokumenter yang berani, tanpa filter kamera terus merekam semua yang terjadi tanpa terkecuali
  • Pengambilan sudut penceritaan film ini layak diapresiasi dimana kita bisa melihat bagaimana ideologi diturunkan dari generasi ke generasi
Bad
  • Pengambilan 3 sudut pandang membuat penonton harus tetap fokus agar bisa tetap menangkap semua esensi dari film ini
9
Amazing
Written by
Being adult with the spirit of Samurai X and Neon Genesis Evangelion, this man now decided to make a team of superhero like Avengers. Moviegoers and you can follow his visual track on instagram.

Is the Story Interesting?

0 0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>