Rampage – Review: Sajian Eksplosif ala The Rock Tanpa Rem!

User Rating: 6
Brutal dan penuh aksi, kamu nggak dikasih waktu untuk menghela nafas di film Rampage ini. (doc. Warner Bros. Pictures)

Dwayne Johnson belum menyerah. Dalam dua tahun terakhir, aktor yang dikenal sebagai pegulat profesional dengan moniker The Rock ini enggan menekan pedal rem di dunia seni peran Hollywood. Terakhir ia kembali menekan pedal gas lewat film terbarunya, Rampage, yang mulai tayang 11 April ini.

Sejumlah judul film yang ia bintangi, seperti The Fate of the Furious (2017), Central Intelligence (2016), hingga Jumanji: Welcome to the Jungle (2017) bolak-balik merajai tangga film Box Office. Genre action komedi pun tetap ia pertahankan, meski banyak produser film menawari ia bermain di film yang lebih santai.

Di film Rampage kali ini, The Rock beradu akting dengan aktor-aktor kawakan seperti Joe Manganiello dan Naomie Harris, Johnson nggak ragu lagi berjibaku dengan scene-scene yang eksplosif. Bukan kawanan mafia yang kini ia hadapi, Dwayne Johnson wajib bermandikan debu dan keringat untuk menaklukkan tiga kawanan hewan buas yang ukurannya 10 kali lebih besar dari tubuhnya!

Baca Juga :

Soal serum pengubah genetik

Diadaptasi dari seri game Playstation, Rampage membuka tirai dengan kisah persahabatan ahli primatologi asal Rwanda, Davis Okoye (Dwayne Johnson) dengan seekor gorila albino, George. Keduanya udah akrab banget bahkan sejak Davis remaja, di mana ia mampu menyelamatkan sang gorila dari pembantaian yang dilakukan pedagang hewan di negara asalnya.

Persahabatan keduanya pun terasa nyaman dan aman, hingga sebuah insiden terjadi di satu malam. Tiga buah benda asing menghujam kawasan kebun binatang yang dihuni oleh George dari angkasa. Setelah dikulik, ketiga benda asing tersebut berisikan serum genetic editing yang dapat mengubah ukuran seekor hewan 10 kali lebih besar dari ukuran normal.

Kemampuan hewan tersebut juga bertambah, lantaran zat tersebut merupakan hasil edit genetik satu hewan dengan hewan lainnya. Semua serum yang jatuh dan menginfeksi hewan di kebun binatang tersebut berasal dari Project: Rampage yang diinisiasi oleh Claire Wyden (Malin Akerman).

Mengetahui jika sahabatnya terinfeksi, Davis panik. Lantaran, nggak cuma George yang terkena zat tersebut, tetapi ada seekor serigala dan buaya yang turut berevolusi menjadi mahluk buas dengan ukuran yang luar biasa besarnya. Gila!

Situasi makin parah saat ketiganya menyerang kota dengan populasi padat, Chicago. Lagi-lagi, Claire yang bertanggung jawab atas serangan tersebut, dengan harapan mampu menjual serum penawarnya kepada pemerintah dengan harga yang lebih mahal.

Chaos pun nggak terelakan. Militer dikerahkan untuk melumpuhkan ketiga hewan buas tersebut di saat Davis berpacu dengan waktu, merebut serum penawar dari Claire yang dapat menyembuhkan George. Pertanyaannya, siapa yang harus mengalah, Davis atau George? Semua disajikan dengan aksi yang brutal dan menegangkan!

Padat aksi, minim plot

Bagi Dwayne Johnson, Rampage adalah film kesekian kalinya di mana ia sukses bekerjasama dengan sutradara Brad Peyton. Sebelumnya, keduanya tampil sangat kolaboratif lewat judul film bencana, San Andreas yang cukup menarik perhatian pada 2015 lalu serta nggak ketinggalan, Journey 2: The Mysterious Island (2012).

Seperti kebanyakan film Dwayne Johnson, beragam adegan eksplosif dengan aksi stunt ekstrim memanjakan mata tanpa henti, kali ini  dalam 109 menit. Adegan kejar-kejaran melelahkan antara militer dengan kawanan hewan membuat kamu sulit menghela nafas.

Beberapa adegan pun terasa nyata, salah satunya saat pesawat yang ditumpangi Davis terjun bebas ke bumi. Momen di saat ia mengeluarkan parasut dengan sudut POV (point of view) cukup menggetarkan hati dan andrenalin. Semuanya dipadukan dengan sentimen sempurna yang tercipta antara karakter Davis dan George, mengingatkan kita akan duo dynamic Wil Rodman dan Caesar lewat Rise of the Planet of the Apes (2011) karya Rupert Wyatt.

Baca Juga :

Permainan grafis CGI-nya cukup detail, meski gerak motoriknya kurang terlihat sempurna. Ada beberapa adegan di mana karakter hewan atau monster di film ini bergerak sangat kaku.

Sayang, layaknya kebanyakan film action Dwayne Johnson, plot yang terkesan sederhana dan malas membuat film ini jadi kurang menggigit. Jadi, adalah sebuah kesalahan jika harus membandingkan film ini dengan trilogi Planet of the Apes atau film monster eksplosif lainnya seperti Godzilla (1998) atau yang paling dekat, Kong: Skull Island (2017).

So, jika kamu datang ke bioskop buat mencari film yang menghibur tanpa mau ribet tenggelam dalam plot super kompleks, Rampage adalah pilihan yang sangat tepat, deh!

Summary
Jangan harap kamu mendapatkan cerita yang kompleks di film ini, soalnya film ini bener-bener menyajikan aksi yang brutal dan menegangkan. Dwayne Johnson tampil menghibur dan tetap seru. Adegan bertarung antara George, sang serigala dan juga buaya raksasa juga seru dan brutal! Anyway ini film juga ada sadisnya, jadi jangan ajak nonton anak-anak ya!
Good
  • Film yang brutal dan penuh aksi
  • Menghibur tanpa cerita yang ribet
Bad
  • Plotnya kurang
  • Ada beberapa kekurangan pada animasi CGI seperti kakunya hewan atau monster di film ini bergerak
  • Alur ceritanya terlalu cepat
  • Banyak penjelasan yang terlalu singkat dijelaskan, sehingga meninggalkan sejumlah plot hole
6
Fair

Is the Story Interesting?

0 0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>