Searching – Review: Sebuah Harga Mati Cinta Orang Tua

User Rating: 9

Ketika trailer film ini muncul. Hal pertama yang muncul di pikiran saya adalah “sepertinya film ini akan mirip dengan film-film crime a la  Prisoners (2013)”, film mengenai kasus penculikan anak yang dibintangi oleh Hugh Jackman dan Jake Gyllenhaal. Prediksi saya tidak meleset jauh. Walaupun nuansanya sedikit berbeda dengan Prisoners, saya pikir film Searching tidak kalah seru dan bisa disebut sebagai salah satu film crime thriller terbaik tahun ini.

Relevant, Relatable Stories

Searching bercerita tentang David Kim (John Cho) dan sang putri, Margot Kim (Michelle La). Hubungan David dan Margot merenggang setelah kepergian sang ibu yang meninggal akibat kanker. David merasa tidak mampu berbicara mengenai kepergian ibunya Margot. Renggangnya hubungan mereka menyebabkan David kebingungan dan gelisah untuk berbicara dengan anaknya, begitu pula Margot dengan ayahnya.

Suatu hari Margot menghilang tanpa kabar. Mengira anaknya sedang dalam fase remaja yang sering memberontak, David tidak terlalu ambil pusing hingga 3 hari setelahnya. David mulai panik setelah 3 hari tidak ada kabar dari Margot. Lebih parahnya lagi, ternyata benar-benar nggak ada orang yang melihat Margot selama 3 hari tersebut. Dengan bantuan Detektif Vick (Debra Messing), David berusaha mencari tahu kebenaran dibalik hilangnya sang putri.

Bad Times for Parents

Hampir sepanjang durasi film ini, penonton dibawa ikut cemas dengan keadaan Margot. Saya rasa orang yang paling merasa relate dengan film ini adalah para orangtua yang anaknya sudah cukup mandiri dan tidak sepenuhnya mengetahui sisi lain dari anak mereka.

Ketika Margot menghilang, David baru sadar betapa dia tidak mengetahui bagaimana anaknya ketika di sekolah. Dia tidak kenal teman-teman Margot. David bahkan tidak tahu kalau selama ini putri semata wayangnya ini berbohong pada dirinya. Apakah Margot diculik? Apakah Margot hanya sedang kabur dengan teman-temannya? Atau mungkin Margit memang ingin melarikan diri?

Tidak cukup dengan keanehan yang melingkupi hilangnya Margot, David juga harus berurusan dengan para troll internet yang memanfaatkan insiden Margot untuk membuat diri mereka terkenal di internet. Terlepas dari reaksi David dalam film ini, saya sebagai penonton juga ikut dibuat kesal dengan orang-orang kebelet beken yang joining the bandwagon dengan mengaku sebagai teman baik Margot, atau yang menulis kabar bohong dengan mengaku Margot ada bersama dirinya, atau netizen maha benar yang malah menyalahkan David atas hilangnya sang putri.

Screen-capture Footage Works for This

Treatment sutradara untuk membuat film ini berformat screen-capture footage menurut saya cukup brilian. Karena pada dasarnya yang David lakukan untuk mencari anaknya dilakukan dengan melakukan digital trail, yakni menyusuri informasi dan bukti dengan memeriksa data yang terdapat di komputer, dan akun media sosial milik anaknya.

Walaupun pada beberapa scene sedikit tidak wajar untuk dilakukan, misalnya adegan diskusi dengan detektif sepenuhnya dilakukan melalui Skype atau tidak menutup webcam setelah melakukan videocall. Memang sih webcam yang tidak ditutup itu bertujuan untuk memperlihatkan ekspresi beberapa karakter seperti David yang tak sengaja melihat foto mendiang istrinya atau rasa frustasi David ketika tidak lagi dilibatkan dalam investigasi polisi.

Format footage ini juga tidak cuma melalui 1 layar komputer. Sepanjang film, kita diperlihatkan footage dari beberapa layar gawai, dari komputer keluarga Kim, macbook pribadi Margot, hingga CCTV ruang interogasi. Sehingga walaupun hanya melalui footage berformat screen capture, film ini masih berasa cukup dinamis.

Sebagai pembanding, satu film lainnya yang menggunakan format yang sama adalah film Unfriended (2014), film ini menceritakan tentang sekumpulan teman yang mengalami kejadian supernatural saat mereka melakukan conference call lewat Skype. Pada film Unfriended, plot cerita berjalan secara real time, tidak ada time skip dan tidak ada potongan adegan yang berarti. Sedangkan Searching berlangsung selama setidaknya seminggu, sehingga ada beberapa waktu yang tidak diperlihatkan kepada penonton.

Walaupun mungkin tidak semua orang suka dengan format screen-capture footage, editing yang dilakukan dalam film ini cukup apik sehingga lebih dinamis dan tidak membosankan.

Satu poin yang saya sukai adalah bagaimana cara si ayah untuk memperoleh berbagai informasi yang ia butuhkan lewat komputer. David Kim bukanlah seorang Hacker, jadi metode yang ia gunakan untuk mencari petunjuk melalui internet sangat praktis dan bisa dicontoh untuk orang yang membutuhkan.

Para aktor dan aktris yang tampil dalam film ini juga patut diberikan apresiasi. Penampilan John Cho (Harold & Kumar, Star Trek) dan Debra Messing mampu menghidupkan karakter David Kim dan Detektif Vick, walaupun kita hanya dapat melihat mereka dari tampilan videocall.

NB: Review ini ditulis oleh teman kami, Ganda Ridwan moviegoers yang lebih suka manga daripada anime. Kini tengah menjadi entrepreneur untuk menafkahi hobi.

Summary
Film ini sangat menyenangkan untuk ditonton. Dalam satu sisi, film ini mempertontonkan kisah perjuangan seorang ayah untuk menyelamatkan anaknya, di sisi lain, kita diperlihatkan pada sebuah teka-teki yang menunggu untuk dipecahkan. Kenapa saya bilang film ini bagaikan teka-teki? Karena sebenarnya dalam film ini terdapat potongan-potongan petunjuk yang dapat digunakan untuk mengetahui kebenaran dalam misteri hilangnya Margot. Untuk kamu yang suka film thriller dan misteri, film ini wajib kamu tonton.
Good
  • Isu yang relevan dengan kehidupan milenial
  • Format footage bukan sekadar gimmick
  • Top notch acting performance
Bad
  • Screen-capture footage mungkin tidak menarik untuk sebagian penonton
  • Format footage membuat beberapa bagian terasa tidak natural
9
Amazing
Written by
さあ、実験を始めようか?

Is the Story Interesting?

0 0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>