Sicario: Day of the Soldado – Review: Lebih Brutal dan Mengesankan!

User Rating: 8

Alejandro Gillick belum menyerah. Di tengah panasnya suhu politik antara Amerika Serikat dengan Meksiko, sang hitman andalan CIA ini kembali turun gunung menumpas para kartel narkoba.

Tugas yang dihadapi nggak bisa dibilang mudah. Usai para kartel besar di Meksiko mengirim banyak teroris ke dalam Amerika Serikat, Gillick berinisiatif untuk menculik Isabela Reyes, putri dari bos kartel narkoba rival abadi Mandelin. Tujuannya satu, memancing keluar kartel tersebut dari persembunyiaan.

Sayangnya, berbagai kepelikan terjadi di tengah usahanya membawa Isabella ke Texas. Bahkan, ia dan rekannya, Matt Graver terjebak dalam sebuah pertempuran dengan kepolisian Meksiko yang ternyata disuap untuk mengawasi pergerakan Gillick oleh ayah Isabella.

Di saat yang bersamaan, CIA memutuskan untuk menghentikan operasi tersebut lantaran salah menerka pelaku aksi teroris di Texas. Pertanyaannya, apakah Gillick mampu keluar dari lubang yang serupa? Atau justru dia rela berlama-lama di dalam Meksiko, memburu cerita dari pembunuh istri dan anaknya di masa lalu?

Kompleks dan Brutal

Sicario: Day of the Soldado adalah sekuel yang sempurna. Berbagai cara ditempuh sang sutradara, Taylor Sheridan untuk melengkapi prestasi Denis Villeneuve yang menjadi nakhoda film sebelumnya.

Tone film yang lebih gelap dan mencekam jadi sajian utama dari Sicario: Day of the Soldado. Tersaji tegas dalam 122 menit, Sicario: Day of the Soldado memanjakan para penonton dengan plot yang lebih kompleks.

Audiens bakal diajak masuk lebih dalam ke detail topik yang diangkat, narkoba dan terorisme. Pesannya yang disampaikan pun lebih rumit ketimbang film pertama, di mana melibatkan psikis seorang anak yang harus hidup di antara dua dunia kejam tersebut.

Sicario: Day of the Soldado nggak mengizinkan kamu keluar dari bioskop dengan konklusi yang membahagiakan. Kamu akan dibuat frustrasi sepanjang film dan dilepas dengan kesan yang cukup antipati.

Berbicara soal karakter, Benicio del Toro patut menuai pujian. Jika di film pertama ia cukup mendominasi, karakter yang dimanainkannya, Alejandro Gillick boleh berbagi lahan bersama Matt Graver yang dimainkan oleh Josh Brolin.

Namun, kharisma dan kehadirannya di sekuel Sicario ini terasa jauh lebih mengesankan. Meski didapuk sebagai protagonis utama, penonton dapat merasakan sisi begisnya kala menuntaskan misi demi misi yang diemban.

Scene-scene brutal dengan framing zoom in dan out yang stylish menjadikan Sicario: Day of the Soldado sebagai thriller action yang dinamis. Dengan bujet yang lebih besar dari pendahulunya, Sicario: Day of the Soldado adalah sekuel yang sempurna bagi Del Toro maupun Alejandro Gillick.

Summary
Sicario: Day of the Soldado nggak mengizinkan kamu keluar dari bioskop dengan konklusi yang membahagiakan. Kamu akan dibuat frustrasi sepanjang film dan dilepas dengan kesan yang cukup antipati.
Good
  • Brutal
  • Kompleks
  • Punya pesan tersirat terkait anak-anak dan kekerasan
Bad
  • Propaganda yang berlarut-larut
  • Terlalu menyudutkan satu pihak (Meksiko)
8
Great

Is the Story Interesting?

0 0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>