The Meg – Review: Jason Statham dan Pembalasan yang Sempurna!

User Rating: 6

Jason Statham turun gunung lagi! Bukan lagi para mafia, polisi korup atau pembunuh sadis yang ia hadapi, namun aktor asal Inggris ini harus menghadapi sosok yang lebih serius dan ganas, seekor hiu purba, Megalodon. Dengan ukuran mencapai 27 meter, Megaladon jelas bukan sembarang hiu. Jangankan manusia, kapal selam secanggih apapun nggak akan selamat dari aksi Megaladon.

Namun, segala hala rintangan wajib dilalui Statham kali ini. Nggak lagi bermodalkan senjata api berat, ia hanya menggantungkan hidup pada ketahanan fisik dan keberanian ekstra. Tersaji 113 menit, The Meg adalah hidangan segar yang disajikan khusus oleh Statham yang merayakan 20 tahun karirnya di industri perfilman Hollywood. Pertanyaannya, worthy nggak sih?

Melawan Masa Lalu

The Meg memulai kisahnya dengan aksi Jonas Taylor (Jason Statham) yang berjuang keras menyelamatkan para ilmuwan yang terjebak di dalam kapal selam. Situasi darurat tersebut terjadi usai seekor hiu raksasa menyerang kapal selam tersebut hingga karam.

Lantaran berpacu dengan waktu, Jonas pun dihadapkan dengan dua pilihan, naik ke permukaan dengan beberapa ilmuwan yang telah ia selamatkan atau menyelamatkan sisa ilmuwan dengan resiko kematian. Well, Jonas pun memilih opsi pertama dengan berat hati.

Keputusannya tersebut pun dikecam banyak orang, termasuk Dr Heller (Robert Taylor). Kesal dan trauma, Jonas pun memilih untuk pensiun dari dunia selam dan memilih tinggal di Thailand.

Beberapa waktu berselang, sejumlah ilmuwan sukses mendirikan sebuah laboraturium bawah laut yang dinamakan Mana One. Laboraturium ini berfungsi untuk meneliti kemungkinan kehidupan di titik bumi paling dalam, Palung Mariana.

Tim yang dipimpin oleh Dr. Minway Zhang (Winston Chao) dan putrinya Suyin (Li Bingbing) nekat memulai eksplorasi ke dalam palung tersebut usai sang pemilik proyek, Jack Morris (Cliff Curtis) datang. Eksplorasi tersebut pun membuahkan hasil saat kapal selam yang dikendarai Lori (Jessica McNamee) menemukan biota laut alami di kedalaman lebih dari 11 ribu meter.

Sayangnya, mereka justru masuk ke sarang dari sang Megalodon. Tanpa ampun, hiu purba tersebut menyerang dengan buasnya, mengancam nyawa ketiga awak kapal selam yang tengah bertugas tersebut.

Mendengar kabar darurat ini, Jonas pun rela meninggalkan kehidupannya di Thailand untuk kembali menyelam, menyelamatkan nyawa para kru. Meski ia masih sangat trauma atas kegagalan penyelamatan yang ia lakukan di masa lalu.

Namun, Jonas rela bertaruh nyawa lantaran Lori adalah mantan istri yang dulu pernah ia cintai, terdaftar sebagai kru kapal selam tersebut. Dengan embel-embel balas dendam, tanpa pikir panjang, ia bergegas turun, melawan masa lalu, menyusul para kru dan coba menundukkan sekali lagi Megalodon tersebut.

Superior Sendirian

Diambil dari novel Meg: A Novel of Deep Terror  karya Steve Alten, publik jelas berharap banyak kepada The Meg. Apalagi sang rumah produksi, Warner Bros dan si sutradara, Jon Turteltaub optimis The Meg dapat menyaingi franchise Jaws atau viralnya Shallow di tahun 2016 lalu dengan menggelontorkan dana USD 150 juta.

Jadi, nggak perlu kaget kalau secara grafis, The Meg terlihat sangat memuaskan. Animasi dan efek green screen terasa tanpa cela. Para penonton bakal ditarik untuk merasakan kengerian berhadapan dengan Megalodon lewat beberapa adegan close-up-nya.

Visual graphic yang dihadirkan memang nggak segarang Jaws maupun Shallow, mengingat film ini masuk PG-13. Tapi, penonton tetap dapat menikmati banyak adegan berdarah yang cukup konsisten.

Sayang, kehadiran Megalodon pun cukup terkikis dengan peran yang dimainkan oleh Statham sendiri. Layaknya aksi di Transporter, The Fate of the Furious atau The Mechanic, Statham tanpa ampun menghajar si hiu purba tersebut, bahkan dengan tangan kosong!

Statham pun terlihat sangat superior dengan perannya, tanpa membagi jatah kepada karakter lain yang hanya bisa menonton dari atas. Nggak heran, beberapa adegan yang melibatkan karakter lain, tanpa Statham, pun terasa kentang!

Twist yang dihadirkan nggak terlalu spesial. Beberapa plot mudah sekali ditebak, tipikal film horror gore dengan bujet rendah. Namun, penonton tetap dapat menikmati beberapa jumpscare seru yang nggak boleh dilewatkan sambil makan popcorn!

Summary
Cocok masuk ke dalam daftar film favorit musim panas kali ini, The Meg adalah tentang Jason Statham. Megalodon hanyalah sidekick saja!
Good
  • CGI-nya sangat memuaskan
  • Banyak jumpscare yang seru
Bad
  • One man show
  • Plot yang mudah ditebak
6
Fair

Is the Story Interesting?

0 0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>