The Voyage of Doctor Dolittle – Review: Persona Robert Downey Jr. di Luar Iron Man

User Rating: 7

15 hari waktu berjalan dalam bulan pertama di tahun yang baru ini, kita disuguhkan dengan sebuah film keluarga yang akan sangat menghibur sebagai pembuka tahun 2020 ini. Dolittle adalah judulnya, JoyFriends, dan bisa jadi ini merupakan jawaban untuk kalian yang ingin menghabiskan akhir pekan di teater bersama dengan keluarga.

Terinspirasi dari film dari franchise Doctor Dolittle yang sempat merajai dunia layer lebar di akhir 90an hingga awal 2000an yang dibintangi oleh aktor komedi kondang Eddie Murphy, Dolittle versi 2020 ini tampil dengan bungkusan yang berbanding terbalik 180 derajat dari film pendahulunya. Film ini menceritakan tentang kehidupan seorang dokter hewan yang memiliki prestasi  mentereng di masa keemasannya, ditambah kemampuan dirinya yang bisa berbicara dengan hewan. Namun, hidup tak selalu berjalan dengan mulus, semuanya berubah saat kekasih Dolittle (Robert Downey Jr.), Lily (Kasia Smutniak), meninggalkan Dolittle untuk selama-lamanya setelah kapal yang dinakhodai oleh Lily karam di laut lepas. Dolittle yang merasa bahwa semua ini adalah salah dirinya karena membiarkan belahan jiwanya untuk pergi sendirian akhirnya memilih untuk mengurung dirinya dari dunia luar dan tidak lagi mau berinteraksi dengan manusia.

Nah, film ini berlatar 7 tahun setelah kematian Lily, di mana Dolittle telah mengalami masa-masa sulit akibat kejadian tersebut.  Namun, sekali lagi, situasi berubah saat ia mendapat kabar dari pihak Kerajaan di Buckingham Palace bahwa Ratu Britania Raya kini tengah sakit keras dan Dolittle harus menolong sang Ratu. Karena, jika sang Ratu sampai wafat, kediaman Dolittle yang dijadikan cagar alam oleh pemerintah kerajaan harus ditutup untuk selamanya. Hal tersebut membuat Dolittle tidak punya pilihan lain lagi selain menemukan obat untuk menyembuhkan Ratu.

(Source: Universal)

Hal yang paling membuat film ini menjadi sangat menarik ditonton adalah karakter-karakter yang menemani Dolittle dalam perjalanan mencari obat demi keselamatan mereka semua. Penokohan dari masing-masing karakter sangat menonjol sehingga membuat mereka menjadi gampang diingat meskipun kawanan mereka banyak jumlahnya. Ciri khas yang ditunjukan dari masing-masing karakter serta pemilihan voice cast untuk film Dolittle ini patut diacungi jempol. Pasalnya, masing-masing dari mereka bisa menunjukan performa yang memukau. Misalnya aja Polynesia (Emma Thompson) bisa menunjukan kebijaksanaan dia sepanjang film, Chee-Chee (Rami Malek) yang sepanjang film memilki gangguan kecemasan namun akhirnya bisa mengatasinya, Yoshi (John Cena) & Flimpton (Kumail Nanjiani) yang pada akhirnya bisa menyatukan paham mereka yang sejak dari awal film berselisih serta masih banyak karakter hewan lainnya.

Salah satu hal yang gua sangat suka dari film keluarga ini adalah bagaimana Robert Downey Jr. yang sepanjang sepuluh tahun ke belakang terkenal dengan sifat sombong dan angkuh ala Tony Stark dari franchise Marvel Cinematic Universe bisa membawakan karakter John Dolittle dengan baik meskipun dalam beberapa kesempatan terlihat bahwa Downey melakukan lip-sync guna menyelaraskan aksen vokal dan mimik dari karakter yang berbasis dari novel buatan Hugh Lofting ini.

Music Scoring yang dilakukan dari Danny Elfman terhadap film yang digarap oleh sutradara film Maleficent, Stephen Ganghan bisa dikatakan mampu mengimbangi cinematography yang disuguhkan dari film Dolittle ini dimana ada beberapa momen dimana alunan music yang diperdengarkan dapat memperkuat suasana yang sedang ditampilkan dari film ini.

(Source: Universal)

Seperti film keluarga pada umumnya, alur dari film ini sangat ringan namun mudah ditebak, tapi bagaimana cara MRC membungkus film ini dengan berbagai hal ekstrinsik sebagai pelengkap film ini membuat orang-orang seolah teralihkan dengan hal-hal unik yang disisipkan sepanjang film. Selain itu, dengan narasi yang dibawakan oleh Polynesia sepanjang film membuat kamu tidak perlu takut jika datang terlambat untuk menyaksikan ini. Kehadiran narasi ini akan cukup untuk membantu kamu untuk mengikuti flow cerita dari film ini yang relative tidak buru-buru dalam pengeksekusiannya

Penulis: Jessrine Greivin

Summary
Secara keseluruhan film ini layak untuk dihabiskan jika kamu merasa penat setelah sepanjang minggu karena film ini menawarkan lelucon-lelucon yang ringan dan mudah dicerna oleh banyak kalangan dan semua hal dalam film ini dapat diceritakan dan dipertanggungjawabkan secara runtut lewat alur yang ditampilkan sepanjang cerita.
Good
  • Lelucon yang mudah dicerna
  • Penokohan karakter
  • Sinematografi
  • Pembungkusan cerita yang sudah tertebak endingnya
Bad
  • CGI yang masih terlihat kasar
  • Ada beberapa karakter yang tidak terlalu berpengaruh
7
Good
Seorang mahasiswa yang hobinya kuliah sekaligus figuran di band @nextgentheband & @valdivieso_band | Gemar memotret di akun @ishoothem dan menulis gan

Is the Story Interesting?

0 0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.